Breaking News

Senin, 18 Desember 2017

Ini Durasi Hubungan Seks yang Didambakan Banyak Orang


Survei global yang dilakukan oleh situs kencan berbasis di Inggris, Saucydates.com menunjukkan berapa lama waktu yang diidamkan pasangan saat berhubungan seks. Survei ini melibatkan 3.836 pria dan wanita.

Dilansir dari The Sun, para responden diberikan pertanyaan terkait berapa lama mereka ingin hubungan seks mereka berlangsung Hal ini tidak termasuk untuk foreplay. Hasil survei ini pun cukup mengenjutkan.

Rata-rata responden wanita menjawab bahwa menginginkan hubungan seks sekitar 25 menit 51 detik. Sementara pria, rata-rata menginginkan seks selama 25 menit 43 detik. Namun angka ini tidak sama dengan sesungguhnya.

Survei tersebut menunjukkan, rata-rata, kegiatan seks berlangsung selama 16 menit. Oleh karena itu, untuk mendapatkan seks yang diidamkan, para pakar menyarankan untuk berkomunikasi terkait seks yang Anda inginkan dengan pasangan.


Read more ...

Tips Menjaga Hubungan Seks Tetap Membara di Usia Tua


Tak hanya menyenangkan, hubungan seks juga memberikan banyak manfaat baik untuk kesehatan. Mulai dari membuat pasangan suami istri (pasutri) semakin intim, menyehatkan jantung hingga melangsingkan tubuh.

Menariknya, seks tak hanya untuk usia muda. Bahkan di usia tua, Dr Catherine Barrett dari Older People and Sexuality (OPAL) Institute, mengatakan semakin tua usia seseorang, semakin besar membutuhkan keintiman.

Dilansir dari ABC Net AU, agar tetap nyaman berhubungan seks di usia tua, Dr Catherine pun menyarankan untuk melakukan beberapa hal sehingga gairah seks tetap membara. Seperti halnya membicarakan apa yang Anda dan pasangan inginkan.

Oleh karena itu, Dr Catherine mengatakan pentingnya keterbukaan dan mengutarakan apa yang Anda inginkan. Meluangkan waktu untuk santai bersama juga menjadi hal yang harus dipertimbangkan lantaran hal ini bisa menjadi awal aktivitas seks yang menyenangkan.

Selanjutnya, jangan lupa untuk melakukan eksplorasi. Meski usia sudah tak muda lagi, namun Dr Catherine menyarankan tak ada salahnya mencoba berbagai macam posisi seks atau tempat baru agar aktivitas seks tetap terasa menyenangkan.

Read more ...

Mama Tak Melarang Aku Ngentot Dengan Kakakku Sendiri Yang Cantik


Namaku Boy, aku tinggal di medan. Aku mau menceritakan pengalaman seksku dirumahku sendiri. Kejadian ini baru terjadi dua bulan yang lalu. Aku mempunyai seorang kakak,namanya dewi.
Kak Dewi orangnya cantik. Dia mempunyai tinggi badan 168 cm,kulit putih bersih, dadanya kira2 34C dan pantatnya sangat montok. Aku sangat terangsang jika melihatnya. Suatu hari, tepatnya malam minggu. Waktu itu mama dan papaku sedang pergi. Aku sendiri juga lagi malas dirumah. Lalu aku pergi kerumah teman kuliahku. Jadi dirumah hanya kak dewi sendirian yang lagi nungguin pacarnya.
Tapi dasar sial temanku juga lagi keluar. Lalu untuk ngilangin suntuk aku mutar-mutar (jalan2) sendirian. Setelah puas jalan jalan aku pun pulang. Sampai dirumah kulihat ada kendaraan pacar kak dewi didepan rumah. ”aduh..jagain orang pacaran nih..” pikirku. Aku langsung masuk keteras. Tapi aku terkejut. Kulihat kak Dewi sedang ditunggangin oleh pacarnya(ngentot). Kubatalkan niatku dan aku terus mengintip permainnan mereka. Aku benar2 terangsang melihat adegan tersebut.
Apalagi melihat kak Dewi yang sedang bugil dan mendesah desah. Aku memperhatikan mereka dan mengelus-elus penisku. Terpaksa aku bersolo seks dan memuntahkannya di pot bunga. Lalu aku pergi lagi meninggalkan mereka berdua. Setengah jam kemudian aku kembali dan kulihat mereka sedang duduk mesra diruang tengah. Kutegur mereka dan aku langsung masuk kekamarku. Dikamar aku terus membayangkan kak Dewi. selang beberapa menit aku keluar kamar dan kulihat cowoknya sudah pulang.
Kulihat kak Dewi masuk kekamarnya. Lalu aku duduk sendirian di ruang tengah. Aku benar benar terangsang. Aku lalu bangkit dan masuk kekamar kak Dewi. Rupanya kak dewi sedang ganti baju. Dia terkejut melihatku .”ngapain kamu?” tanyanya.  “tadi kakak ngapain sama cowok kakak?” aku balik bertanya. Dia hanya diam. ”emang kamu tahu?” tanyanya lagi. Aku hanya mengangguk. “Jangan bilang siapa-siapa ya..!” katanya lagi. “oke…tapi kakak harus mau begituan juga sama aku!”ujarku. “kamu mau juga ya… ”katanya manja Dia lalu menarikku ketempat tidur. Dibukanya bajunya, lalu dibukanya juga bajuku.
Langsung dilumatnya penisku. Rasanya enak sekali. Diisapnya penisku sampai kusemprotkan spermaku didalam mulutnya. Aku cukup puas atas perlakuannya. Lalu dia menyuruhku menjilati vaginanya …oohh.. ahh.. erangnya. Lalu aku pindah meremas dan menjilati payudaranya… mmhh.. terus…. nggh.. Kujilati payudaranya, perutnya sampai kujilati lagi vaginanya… oh… ah…ena..k… erangnya. Nafsuku naik lagi. Penisku mulai berdiri lagi. Masu..kin aja… pintanya. Lalu kumasukin penisku dan memompanya.
Rasanya enak sekali, penisku dijepit oleh otot vaginanya… ahh…. terus…. sayang…. jeritnya. Lalu dibaliknya tubuhku. Dengan posisi diatas, dia menggoyangkan pantatnya turun naik. Tangan ku meremas pantatnya yang montok. Payudaranya bergoyang-goyang. Aku mau keluar… erangku. Tahann… sayang…. ujarnya. Lalu ahh…. agh…. oh… kak dewi mengerang panjang pertanda orgasme. Dia terus bergoyang dan crot.. crot… crot… kusemburkan spermaku didalam vaginanya. Lalu dia mencium bibirku. Kami pun tergeletak bersampingan.
”Makasih kak.. betul-betul nikmat” ujarku sambil meremas payudaranya. “iya…. kamu hebat juga” katanya “maukan kakak beginian lagi..?” tanyaku “Kapan aja kamu pengen” ujarnya sambil tersenyum. Aku langsung keluar dan masuk kekamarku.























Aku senang sekali. Aku terus minta jatah sama kak Dewi. Kapan ada kesempatan kami pasti melakukannya dengan berbagai macam gaya. Aku juga sudah merasakan pantatnya yang montok. Waktu itu kak Dewi lagi haid, jadi kusorong aja pantatnya. Rasanya sama-sama enak kok. Sampai pada suatu hari, Waktu itu aku pulang kuliah, kulihat pintu kamar kak Dewi terbuka dan dia berbaring mengenakan handuk. Aku terangsang melihatnya. Aku masuk dan kubuka bajuku lalu kupeluk dan kucumbu.ah… jangan sekarang ! ada mama tuh! Ujarnya. Tapi aku tak perduli dan terus merangsangnya. Akhirnya dia pasrah. Kubuka handuknya dan kujilati payudaranya. Kak Dewi mendesah. Lalu dia bangkit, menimpaku sambil berbalik.
Kami melakukan gaya 69, Dikocoknya dan diisapnya penisku. Aku pun menjilati vaginanya sambil meremas pantatnya. Lagi asyik menjilat,tiba2 pintu kamar dibuka. Kami sangat terkejut. Ternyata mama sedang memergoki kami berbuat mesum. Mama masuk dan menutup pintu. Muka mamaku tampak marah melihat perbuatan kami. Aku dan kak dewi hanya bisa terdiam.
Matanya menatap kami tajam. ”maafin kami ma!, ini salah Boy. Boy yang ngajak kak Dewi. Soalnya Boy lagi terangsang! ujarku. “Kenapa harus kak dewi ?” tanya mamaku. “Daripada dengan psk lebih baik dengan aku ma!” sambung kak Dewi “Lagi pula aku juga mau kok” ujar kak dewi membelaku. “terserah mama mau marah, kami kan udah gede dan punya hasrat seks yang harus disalurkan” ujarku.
Mamaku terdiam sejenak “ya..udah terserah kalian. Tapi perbuatan kalian jangan sampai ketahuan papa!” ujarnya. “satu hal lagi Boy, jangan sampai kak Dewi hamil” katanya sambil menatapku. “ya…udah sebagai hukumannya mama mau lihat bagaimana kalian melepaskan hasrat seks kalian itu” ujarnya lagi.
Aku dan kak Dewi saling pandang. Lalu kami lanjutkan permainan kami. Aku mulai merangsang kak Dewi lagi. Kujilati payudaranya. Lalu kujilati vaginanya.Ah…ssst..mmmh.. desahnya. Tanpa lama2 kumasukkan penisku keliang vaginanya dan kugoyang. Akkh…ohh…ngghh…ah..ah…desahnya.
Aku makin mempercepat kocokanku. Dan akhhhhhhh……ahhhhh ….akhhkhhh….jeritnya panjang. Kurasakan kak Dewi sudah mencapai orgasme. Semakin cepat goyanganku.. ck.ckk..ck…suara kocokan penisku divaginanya yang sudah basah bercampur cairan orgasmenya. ”mau keluar nih..”jeritku “dimulut ku aja!” ujarnya sambil menahan sodokan penisku. Kucabut penisku. Kak Dewi langsung menggenggam penisku dan mengocoknya dalam mulutnya.
Crott..crot…crot…crot kusemburkan spermaku kemulutnya sebanyak 8 kali. Mulutnya penuh dengan spermaku. Sampai menetes keluar dari sela mulutnya. Dan ditelannya semua. Aku terbaring puas, dan kak dewi menjilati penisku membersihkan sisa sperma. Kulihat mama menggelengkan kepalanya. Lalu mama pergi keluar dari kamar. Aku dan kak Dewi hanya tersenyum. Kami akan lebih bebas melakukannya dirumah, walaupun mama mengetahuinya. Kami saling berpelukan dan berciuman. Aku lalu berpakaian dan masuk kekamarku.
Dikamar aku masih memikirkan kejadian tadi. ”Mama tidak melarang aku ngeseks dengan kakakku sendiri. Berarti aku juga bisa ngeseks dengan mama” pikirku. Lagian body mama masih sip abis. Soalnya mamaku ikut fitnes. Walaupun usianya udah 44 tahun tapi masih oke (bukan membanggakan). Lagi pula mama pasti lebih berpengalaman. Aku berpikir lama mengenai ide gilaku ini. Kuputuskan, aku harus bisa merasakan ngeseks dengan mamaku sendiri.
Lalu aku keluar dan masuk kekamar mamaku. Kulihat mamaku berbaring membelakangiku. Kulihat pantatnya yang montok dan pahanya yang mulus. Kubuka bajuku semuanya. Dan sambil menelan ludah aku naik ketempat tidur dalam keadaan bugil. Kupeluk mamaku dari belakang dan kugesek penisku yang sudah tegang. Tiba2 mama terbangun “ngapain kamu, Boy?” tanyanya. “pengen ngeseks sama mama” jawabku manja Aku langsung memeluknya dan menciumnya. Mamaku diam saja. Kubuka kimononya. Wow ..mama tidak pakai bh dan cd. Payudaranya besar(lebih besar dari kak Dewi. 36B) dan masih kencang. Vaginanya merah merekah. Pantas papa sayang terus sama mama.
Aku langsung meremas payudaranya, menjilatinya dan menggigitnya. Mama hanya mendesah kecil. “jilatin anu mama ya….kayak kak Dewi tadi…” pintanya sambil meraba vaginanya. Aku lalu menjilati vagina mama sambil memainkan klitorisnya dengan gigi dan lidahku.
Ahh…terus….sayang….okh..e.na.k……desah mama. Kepalaku dijepitnya dengan kedua pahanya dan rambutku dijambaknya. Agar aku terus menjilati vaginanya. 10 menit lidahku menari divagina mamaku akhirnya mamaku orgasme juga.
Kurasakan cairan hangat di lidahku.Lalu mama bangkit dan menyuruhku telentang. Mama lalu mengambil baby oil dan mengoleskan kepenisku. Lalu dikulumnya penisku dengan nikmat…ohhh…rasanya benar2 nikmat sampe ubun2. Isapan mama jauh lebih enak dari kak Dewi. Aku merasakan kenikmatan yang lebij dahsyat. Mama mengulum semua penisku beserta buah zakarku. Yang paling sensasi kurasakan saat mama mengocok penisku sambil menjilati lubang duburku. Wow benar2 asik dan nikmat. Aku sampai merinding kenikmatan.
Sekitar 10 menitan kesemprotkan spermaku di depan wajah mamaku. Mama ku sibuk menjilati spermaku yang muncrat kemana mana. “wah..benar-benar nikmat ma…”ujarku. “mama jago istong(isap totong)” pujiku “Kamu juga jago jilatannya,mama sampe merinding”ujarnya “Papa kalo jilat kurang nikmat, lagian papa jarang mau jilat” ujarnya lagi “Gimana, mau dilanjutkan?” tanya mamaku “iya dong…aku kan mau ngerasain anunya mama!” ujarku sambil melihat vaginanya. “mama juga mau ngerasain sodokan penismu!” jawabnya manja. Lalu mama mengajakku kekamar mandi, untuk membersihkan vaginanya dan penisku. Kuhidupkan air dibathtub setinggi mata kaki. Kami berdua masuk dan kucumbu mama, kucium bibirnya dan kuremas-remas payudaranya. Kami berdua sangat bernafsu, terutama aku. Padahal aku sudah main sebelumnya dengan kak Dewi.
Aku sudah gak tahan untuk memasukkan penisku ke vagina mama. Kutusukkan penisku dan bless..amblas semuanya terbenam. Kurasakan jepitan liang surga mama masih kuat. Kupompa penisku menghujam vagina mama. Kaki mama menjepit sisi bathtub..Ohhh…yeahh….ahhh….jerit mama. Sekitar 3 menit mama minta ganti posisi nyamping dengan posisi kaki belipat kearah samping dan aku menggoyang dari atas menyodok vagina mama. Mama tampak sangat menikmatinya. Lalu mama minta gaya doggie style. Kami bangkit dan mama nungging bertumpuan dengan sisi bathtub. Kusodok vagina mama dari belakang. Mama mendesah campur menjerit kecil. Pantatnya yang montok beradu dengan pangkal pahaku. Kupeluk mamaku dari belakang sambil terus bergoyang perlahan, meremas payudaranya.
”Ma…masukin ke lubang anus ya…” bisikku “pelan2 mama belum pernah ….” jawabnya Kucabut penisku dan kumasukkan pelan pelan kelubang anus mamaku. Mamaku merintih kecil menahan sakit. Lubang anus mama memang belum pernah dijamah. Masih terasa ketat. Kugoyang perlahan-lahan sambil tanganku mengusap-usap bibir vaginannya dari belakang …Oh… ahhhk…… oh… nikmat… mama mendesah.
Sekitar 4 menit kucabut penisku kubalikkan tubuh mama dan satu kakinya kuangkat dan kuletakkan diwashtafel. Kumasukkan penisku lagi dan kugoyang lagi, sekitar 1 menit, kuangkat mama dan kutidurkan di lantai kamar mandi. Kakinya mengangkang dan aku mulai mengenjotnya lagi. ahh.. ohhh…. akhh….. mama terus menjerit merasakan nikmatnya. Dan ohhh….. ahh……. mama melenguh sambil memejamkan matanya menikmati orgasmenya.
Aku terus bergoyang. Lalu aku mengakhiri permainanku dengan semprotan spermaku didalam rahim mama tempat aku dikandung dulu.
Aku benar-benar puas. Aku mencium mama. “makasih ma…. permainan mama sangat hebat” pujiku “mama mau kan…ngeseks sama B oy lagi…?” tanyaku mamaku tersenyum dan mengangguk “asal… jangan ketahuan papa ya…..!” katanya. Aku cuma tersenyum. Lalu kami mandi bersama dalam bathtub. Malamnya aku terlelap tidur. Esok paginya, aku bangun pukul 7 pagi dan bersiap mandi. Kulihat papa dan kak Dewi sedang sarapan, sedangkan mama sedang didapur. Kudatangi mama dan kuremas pantatnya. “aduh…. kamu nakal ya…” ujarnya. Kubuka celanaku dan kukeluarkan penisku yang tegang. Kugesekkan ke pantat mamaku.
“ma…ayo.. dong…” bujukku “gak..ah…ntar dilihat papa!” tolaknya “please…..” rayuku “isap aja ya….” tawar mamaku “ya..deh..!” sahutku lalu mama jongkok dan mengisap penisku. Mataku meram melek menahan nikmatnya. Sampai kusemburkan lahar hangat kemulut mama. Lalu aku mandi dan berangkat kuliah. Dikampus aku rasanya pengen cepat pulang. Pukul 2 siang aku tiba dirumah. Kupanggil kak Dewi dan mama kekamarku. “Gimana….kalo kita main bertiga” usulku “hah..!!!”jawab mama dan kak Dewi serentak.
“Aduh.. nih…anak.. nafsu amat ya…”ujar mamaku “kayaknya asyik juga tuh.” sahut kak dewi Kak Dewi langsung membuka bajunya. Dan menimpaku. Bibirku dilumatnya sambil tangannya melucuti pakaianku. Mama akhirnya membuka bajunya dan ikut bergabung. Mama langsung mengisap penisku sambil menjilatinya. Sedangkan aku menjilati vagina kak Dewi. Lalu kusuruh mama tidur telentang sambil mengangkang. Kujilati vagina mama dan kak dewi menjilati dan meremas remas payudara mama. sssst….. enaaak…. ahhh….. erang mama.
Lalu gantian, kujilati vagina kak Dewi dan mama menjilati payudara kak dewi. Aku mulai memasukkan penisku kevagina kak Dewi dan memompanya. Sedangkan mama menjilati payudara kak Dewi sambil menggosok2 vaginanya sendiri. aahhh…ohhh..oh….kak Dewi menjerit kecil berbarengan dengan deru napasnya yang tidak teratur. Kupercepat goyanganku. Aku harus membuat kak Dewi orgasme terlebih dahulu.
Beberapa saat kemudian kak Dewi mengerang puas ah.a.h..ah.
ah.ah.ahhhhhhhhhhhh.. ha.. sambil nafasnya agak tersenggal. Penisku terasa dijepit otot vagina kak Dewi yang yang berkontraksi. Kucabut penisku dan kutarik mamaku. Lalu kumasukkan penisku ke liang surganya dan kugoyang. Mama ku hanya mendesah kecil. Aku menikmati goyanganku. Aku lalu membalikkan tubuh mama keatas. Mama bergoyang bagai menaiki kuda. Tanganku meremas-remas pantat mama dan membantunya turun naik. oooo… ahhhh….. yehhh…… erang mama sambil memejamkan matanya.

Payudaranya bergantung dan bergoyang. ohhhhh…ahhhhhhhhh….. kudengar erangan mamaku sambil memejamkan mata dan menahan ludah. Kurasakan mama sudah orgasme. Kupeluk mama dan kubalikkan badannya. Kak Dewi langsung mendekat dan menjilati payudara mama. Aku langsung menggenjot mamaku lagi dengan posisi mama telentang. Sekitar dua menitan, kurasakan aku mau mencapai puncak. Langsung kucabut penisku dan kusemburkan ke mulut kak Dewi dan mama.
Mereka berebutan. spermaku muncrat kewajah mereka berdua. Aku lalu terduduk lemas. Kulihat mama dan kak Dewi saling menjilati spermaku yang muncrat kewajah mereka. Setelah 10 menit kak dewi keluar dari kamarku. Dan aku memainkan satu ronde lagi dengan mamaku. Dan kuakhiri dengan semburan sperma didalam lubang anusnya. Setelah itu mama keluar dan mandi.
Sekarang aku benar-benar betah dirumah, kapan saja ada saja yang melayaniku (mama dan kak Dewi). Hampir tiap pagi aku mendapat jatah istong dari mama. Tapi semua udah kuatur. Kalo siang aku mainnya sama mama, dan kalo malam malam lagi pengen, aku mainnya sama kak Dewi. Tapi kadang ngak tentu juga, yang mana aja. Kalo papa gak ada kami main bertiga. Apalagi kalo papa keluar kota kami makin bebas tidur sama. Bahkan aku pernah bolos kuliah karena kecapekan melayani mama dan kak dewi.
Kejadian ini membuatku betah dirumah. Rumahku bagaikan surga bagiku.
Read more ...

Kebinalan Mama Dengan Anaknya Bila Sedang Ditinggal Suaminya


Surya adalah anak tunggal bu Wiwiek. Sejak kelas 1 SMA dia dipindahkan oleh ayahnya ke tempat neneknya bersekolah. Perkenalan antara Wiwiek dengan suaminya tak terelakkan, setelah menurut suami Wiwiek dia berselingkuh.
Perselingkuhan itu memang benar terjadi, tapi hanya laporan orang, karena Wiwiek juga pintar menjaga rahasia. Setelah sekian tahun berpisah dan kemudian suami Wiwiek sudah berobat kemana-mana dan kontolnya diangap bisa berfungsi, akhirnya mereka rujuk kembali.
Saat itu pun Surya sudah lulus SMA dan dia ditarik kembali ke rumah mereka. Pada saat itu suami Wiwiek berada di kota dan sekali seminggu pulang ke kebun teh seluas 20 hektar milik mereka. Wiewik sengaja di tempatkan di sana, agar tidak berselingkuh. Mereka hanya berhubungan suami isteri sekali dalam seminggu, itu pun kalau suami Wiwiek tidak sedang sibuk.
Surya langsung ke villa di kebun teh, atas surahan ayahnya, agar dapat istirahat bareng seminggu, menunggu pendaftaran di perguruan tinggi ternama. Surya tiba di villa kebun teh dan menekan bell. Villa itu sepi sekali. Surya sudah kedinginan. Bayangkan biasanya di Semarang, lalu pindah ke kebun teh yang sangat dingin di sore hari.
Angin berhembus dari segala penjuru ke villa yang tempatnya di ketinggian. Betapa senangnya Wiwiek melihat anaknya muncul di depan pintu. Tinggi. Tiga tahun berpisah, membuatnya sangat rindu dan Surya juga sangat rindu. Langsung Wiwiek memeluk anaknya dan mencium bibirnya. Surya terkejut sekali.
Setelah pintu dikunci dan mereka ke ruang tengah, Wiwiek langsung memeluk Surya dan menciuminya. Tangannya meraba-raba kontol Surya dari balik celananya.
“Mama…”
“Ya sayang. Aku sangat mencintaimu. Aku tak sanggup berpisah denganmu.”
Surya heran, kenapa ibunya demikian. Apakah ibunya sudah gila? Melihat tubuh ibunya yang sintal dan semakin cantik dan menggairahkan, Surya bergetar juga. Dengan cepat ibunya melepas dasternya. Cepat pula dia melepas bra dan menurunkan celana dalamnya. Wiwiek yang sudah kesetanan sudah telanjang bulat.

“Mama…?
“Kalau hanya kita berdua, aku bukan ibumu nak. Aku kekasihmu. Puasin ibu nak. Sudah lama aku menunggumu. Aku tak pernah selingkuh dengan siapapun. Kini aku juga tidak berselingkuh. Tapi aku ingin bersetubuh denganmu, sayangku, cintaku…” ibunya menciuminya dan melepas satu persatu kancing baju Surya dan melepas semua yang ada. Angin terus berdesir, membawa dingin.

“Kita ke kamar sayang…” diseretnya tubuh Surya ke kamar tidurnya dan pintu dikunci rapat.
“Ayo sayang. Puasin mama Nak. Puasin mama sayang…” Ibunya memeluk dan menciumi Surya yang sudah telanjang dan terbengong seperti terkena stroke. Akhirnya Surya memberikan ciuman hangat pada ibunya. Mereka saling berpelukan.


“Oh… sayang, kontolmu sangat besar dan keras sayang. Belum pernah menusuk memek perempuan lain kan?” kata Wiwiek.
“Belum Ma..”

“Bagus, sekarang puasin ibu nak. Ibu sudah lama tidak terpuasi. Ayo sayang, ayolah…” Ditariknya Surya anaknya itu menindihnya. Disodorkannya teteknya ke mulut anaknya itu.
“Isap sayang-isap. Ayo Nak, puasin ibu nak, ayo sayang…” Surya juga sudah mulai bernafsu. Mereka melupakan diri mereka antara ibu dan anak. Mereka sepasang anak manusia yang benar-benar sedang saling membutuhkan.
Wiwiek tak mampu membendung keinginannya. Dia melakukan berbagai gerakan dari bawah dan anaknya memompanya dari atas. Pergumulan yang keras dan hangat itu membuat keduanya berpelukan rapat dalam udara dingin. Di luar angin terdengan menderu-deru.
“Ayo sayang, buntingin Mama nak. Buntingin Mama Nak, biar papamu merasa anak mu adalah anaknya. Ayo sayang…”
“Ya, Mam.. aku akan membuntingimu.”

“Terima kasih sayang… tusuk sedalam-dalamnya memek mama sayang. Enak kan? Nikmat, kan? Ayo sayang…. ayo,” cerocos Wiwiek pada anaknya. Keduanya sudah tak perduli. Malam sekitar pukul 19.00, pak Amat dan Pak Ujang baru datang menjaga rumah mereka. Itu pun jauh digerbang dan satu atau setengah jam sekali, mereka baru ronda mengelilingi rumah. Sebenarnya di kawasan itu tak ada maling. Tapi sebagai sebuah rumah besar dan milik bosa harus dijaga, agar kesannya kelihatan lebih elite.
“Habisi mama sayang,” teriak Wiwiek. Surya terus menggenjot tubuh ibunya dengan kerakusannya. Suara bunyi air bercipak di dalam memek Wiwiek terdengar sebagai irama musik yang indah. Bibir mereka saling berpagut, lidah mereka saling berkait. Desir angin yang kuat menyelusup dari kisi-kisi jendela membuat mereka dingin. Mereka menutupi tubuh mereka pakai selimut tebal sampai ke leher. Selimut itu seperti bergelombang.
“Kamu ingin punya anak, kan sayang…” kata Wiwiek sembari terus menggoyang pantatnya dari bawah.
“Ingin, Ma. Aku ingin punya anak.”
“Nanti kamu harus menyayanginya ya. Jaga dia baik-baik dan sekolahkan setingi-tingginya.”
“Ya. Mam.”

“Nah… buntingin mama sayang,.Semprotkan spermamu sebanyak-banyaknya ke dalam memek mama sayang. Kontolmu besar dan enak sekali. Ayo Nak,” Wiwiek terus menyerocos seperti orang kesurupan. Surya anaknya pun terus memompa.
“Ma, apa nanti tidak ketahuan?”
“Tidak sayang. Kita jaga rahasia. Ayo sayang, buntingin Mama sayang. Mama mau punya anak darimu, bukan dari Papamu sibajingan itu. Ayo sayang, tusuk memek mama sepuasmu,” kata Wiwiek mendesah-desah. Sesekali dijilatinya leher anaknya, sesekali digigitnya bahu anaknya itu.

“Ma… aku sudah mau keluar Ma…”
“Ya sayang, mama juga sudah mau keluar. Ayolah, kita sama -sama dan keluarkan yang banyak sayang…”
“Ya Mam… ini dia,” Surya memeluk mamanya sekuat tenaganya dan tubuhnya kejang. Wiwiek memeluk anaknya dengan kuat dari bawah dan berteriak sekuat tenaganya memenuhi kamarnya.

“Buntingin mama sayaaaaaannnngggg…”
“Ya Ma. Mama harus Bunting…” Bisik Surya. Mereka berpelukan dengan kuat dan saling mendesahkan nafasnya dengan kuat.

“Terima kasih sayang… terima kasih. Doakan mama bunting dan anakmu akan lahir sembilan bulan kemudian,” kata Wiwiek.
Sejak saat itu, jika hanya mereka berdua di Villa, keduanya bukan seperti ibu dan anak, melainkan sebagai sepasang kekasih. Setiap hari mereka berpelukan, berciuman, bermesraan dan saling membelai. Setiap sabtu, suami Wiwiek pulang ke villa. Mereka pasti melakukan persetubuhan. Ya.. hanya sekali dalam seminggu.
Biasanya Wiwiek akan selalu dingin, walau nafas suaminya sudah ngos-ngosan. Sabtu pagi, biasanya suaminya pulang ke kota dan Surya berangkat senin pagi, karena dia pada senin kuliah siang. Saat itu, mereka lakukan dengan penuh kemesraan dan penuh kenikmatan.
“Sayang… rabalah perut Mama sayang. Bayimu sudah ada didalam. Sudah tiga minggu menurut dokter,” kata Wiwiek senang. Surya senang sekali. Bayinya sudah tumbuh dalam rahim ibunya.
“Bayi ini, hasil kontolmu sayang,” kata Wiwiek.
“Ya Ma. Mama harus menjaga anakku dengan baik,” kata Surya.
“Anak kita sayang. Anak kita berdua. Ingat itu. Dan ini rahasia kita.”
“Ya Ma.”

“Kamu mau punya anak berapa dari mama sayang?”
“Dua Ma. Bila aku sudah tamat kuliah, mereka sudah masuk TK dan play grup. Saat aku belum berusia 40 tahun, mereka sudah sarjana, Ma.”
“Ya sayang. Tapi Mama mau dientoti lagi sayang. Puasin mama sayang. Mama tak pernah puas akan kontolmu sayang.”
“Ya, Ma. Kontolku akan memuaskan Mama”

Mereka bergumul dan saling memeluk, membelai, menjilat dan memberikan yang terbaik pada lawannya. Keduanya puas dan sangat menikmati hari-hari mereka. Papa Surya juga senang, karena sebentar lagi, dia mengira anaknya akan lahir. Setiap kali dia mengelus perut Wiwiek, Wiwiek tersenyum dan dari beberapa meter, Surya mencibirkan bibirnya. Wiwik melihat itu.
Dua tahun kemudian, Wiwiek bunting lagi. Surya senang bukan main. Tapi kali ini, ini dia punya rencana. Dia membubuhi beberapa tetes racun ke dalam gelas papanya. Itu disaksikan oleh Wiwiek dan Wiwiek tersenyum. Setiap pulang ke Villa, Papanya ditetesi dua tiga tetes ke gelas minumnya. Terkadang bahkan dua sampai tiga akli.
Saat kandungan Wiwiek sudah tujuh bulan, Suami Wiwiek terjatuh di kantornya dan harus dibawa ke rumah sakit. Tiga hari di rumah sakit, suaminya mati.
“Ma… suami mu sudah mati,” kata Surya melalui telepon saat menyetir mobilnya menuju Jakarta.
“Hahahaha… baguslah. Kamu urus kuburannya. Malam ini Mama ke Jakarta,” kata Wiwiek. Wiwiek menangis sejadi-jadinya di hadapan jenazah suaminya. Semua orang terharu. Semuanya mengucapkan rasa belasungkawa. Esoknya jenazah suaminya di makamkan. Malam itu juga mereka pulang ke villa, karena dia akan tahlil bersama para karyawan di villa. Semua orang dapat maklum.
Setiap malam seusai tahlil, Surya dan Wieiek tidur sekamar dan berpelukan dengan mesra.
“Semua orang tau, Mama sudah bunting sayang. Sekarang tak ada lagi yang menghalangi kita. Kita bebas,” kara Wiwiek. Surya tersenyum.

“Kalau bayi ini sudah lahir, rahim mama harus ditutup agar tak bunting lagi,” kata Surya. “Ok sayang. Mama juga berpikiran seperti itu.”


Read more ...
Designed By Published.. Blogger Templates